Anjing Pelacak Dikerahkan Sisir Gereja di Kendal

Lingkarjateng.id – Berita Kendal Perayaan paskah, sebanyak 4 gereja di Kendal menjadi atensi khusus pengamanan Kenaikan Isa Almasih pada Jumat (15/4). Salah satu pengamanan yang dilakukan Satuan Samapta Polres Kendal yakni sterilisasi di sekitar gereja dengan mengerahkan anjing pelacak. 

Kasat Samapta Polres Kendal AKP Mustakim mengungkapkan, langkah ini dilakukan untuk memberikan ketenangan saat beribadah umat kristiani.

MENGAMANKAN: Satuan Samapta Polres Kendal menyisir gereja di Kendal menggunakan K9, Jumat (15/4). (Unggul Priambodo/Lingkarjateng.id)

“Ada empat lokasi gereja yang menjadi atensi dalam pengamanan hari Kenaikan Isa Almasih, diantaranya Gereja St Antonius Padua Kendal, Gereja Santo Martinus Weleri, Gereja Isa Almasih Weleri dan Gereja GKJTU Jamaat Kendal,” ujar Mustakim.

 

Lebih lanjut AKP Mustakim menambahkan, bahwa dalam giat pengamanan tersebut, anggotanya dibekali dengan senjata laras panjang, anjing pelacak K-9 dan alat deteksi bom sebagai langkah antisipasi adanya serangan terorisme. 

 

“Alhamdulillah sampai saat ini khususnya wilayah Kendal situasi tetap kondusif,” lanjutnya.

 

Sementara itu, Kapolres Kendal AKBP Yuniar Ariefianto menegaskan untuk semua polsek jajaran agar memberikan imbauan protokol kesehatan (prokes) kepada jemaat gereja.

 

“Kepada seluruh Polsek Jajaran agar mengimbau kepada para Jemaat dalam pelaksanaan ibadah tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan,” tegas AKBP Yuniar Ariefianto.

 

Kapolres Kendal menerangkan, pengamanan perayaan kenaikan Isa Almasih di gereja-gereja yang ada di wilayah Kabupaten Kendal dilaksanakan dengan mengerahkan seluruh personel polsek jajaran dibantu dengan anggota TNI dan masyarakat. Dengan demikian pelaksanaan peribadatan dan perayaan dapat berjalan dengan aman dan lancar.

 

Maraknya pembegalan seperti pemberitaan di media, membuat jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kendal perlu membuat tim yang siap untuk mengatasi permasalahan tersebut.

 

Kapolres Kendal, AKBP Yuniar Arifianto mengatakan, sudah saatnya masyarakat tidak lagi takut begal, tapi sebaliknya begal yang seharusnya takut kepada masyarakat karena ada Tim Handal di belakang mereka.

Baca Juga : ISK KUDUS, Berita Terbaru DPRD Kudus 

“Saat ini berita di masyarakat maupun di media marak terjadi pembegalan dan kami tidak menginginkan hal itu tidak terjadi di wilayah hukum kami di Kabupaten Kendal. Untuk itu, kami membentuk tim handal yang beranggotakan Satuan Sabara dan Satuan Reskrim,” ujar Kapolres, Minggu (30/1).

 

 (Lingkar Network | Unggul Priambodo – Koran Lingkar)